Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Hunian Ekspatriat Datangkan Pendapatan Rp 25 Triliun
Hindra | Jumat, 12 Desember 2008 | 07:37 WIB
|
Share:
KOMPAS/RIZA FATHONI
Pembangunan apartemen di kawasan Permata Hijau, Jakarta, Selasa (8/1). Bank Indonesia mempertahankan suku bunga sebesar 8 persen. Suku bunga yang stabil diharapkan dapat memberikan harapan cerah bagi iklim investasi.

JAKARTA, KAMIS - Kebijakan Pemerintah yang memperpanjang hak kepemilikan hunian bagi orang asing dari 25 tahun menjadi 70 tahun telah mendatangkan pendapatan yang berarti.

Ketua DPP Pengusaha Real Estate Indonesia (REI) Teguh Satria memperkirakan, sebanyak 10.000 orang asing akan membeli apartemen pada tahun 2009 mendatang. Jika satu unit apartemen tersebut Rp 2,5 miliar, maka uang yang mengalir ke Indonesia dapat mencapai Rp 25 triliun per tahun.

"Hal ini belum termasuk biaya hidup, pajak, serta penyerapan tenaga kerja," ujar Teguh pada acara Markplus Conference 2009, Kamis (11/12) di Pacific Place, Jakarta.

Teguh juga memperkirakan pertumbuhan properti pada tahun 2009, khususnya perumahan, akan mengalami pertumbuhan sebesar 20 persen dibandingkan tahun 2008.

Sementara itu, tanpa merinci, Ketua REI ini juga memperkirakan nilai subsidi apartemen bersubsidi akan meningkat dari Rp 500 miliar di tahun 2008, menjadi Rp 2.500 miliar pada tahun 2009.

Teguh menambahkan, saat ini terdapat 258 tower apartemen di Jakarta, yang semuanya ready pada tahun 2009. Lebih luas, Teguh mengatakan, pesta rakyat alias pemilihan umum 2009, alih-alih membawa dampak negatif, sebenarnya membantu perekonomian di Indonesia, termasuk industri percetakan, makanan, penerbangan, dan lainnya.

"Jika 200.000 calon anggota legislatif mengeluarkan dana kampanye Rp 200 juta, maka uang yang dapat diserap pasar mencapai Rp 40 triliun. Hal ini belum termasuk pemilihan presiden, dan kampanye partai politik," ujarnya.



Pakai Gipsum, Ruangan Jadi Lebih Dingin

Dengan daya hantar panas yang kecil aplikasi gipsum menjadikan ruangan lebih dingin serta tahan terhadap api. Apalagi keunggulannya?