Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Lurah dan Camat di Tangerang Siaga Banjir
I Made Asdhiana | Jumat, 14 November 2008 | 21:11 WIB
|
Share:

TANGERANG, JUMAT - Para lurah dan camat di wilayah Kota Tangerang, Banten harus siaga banjir dan mengajak penduduk di lokasi rawan untuk mengantisipasi banjir bandang yang menghantam kompleks perumahan mereka akibat meluapnya Kali Cisadane dan beberapa anak sungai lainnya.

Wali Kota Tangerang, H. Wahidin Halim melalui jurubicaranya, H. Saeful Rohman, Jumat (14/11),  mengatakan para camat maupun lurah tidak boleh berpangku tangan menghadapi banjir dan harus siaga membantu warga terutama bagi pada areal rawan air bah. "Bila ada camat dan lurah yang lalai membantu warga yang kebanjiran, maka Wali Kota memberikan sanksi karena saat ini memasuki musim hujan mengakibatkan rumah penduduk terendam air," katanya.

Pernyataan tersebut, terkait bahwa pihak Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Dephub memperkirakan curah hujan akan tinggi di seputar Jabotabek pada beberapa pekan mendatang sehingga mengingatkan penduduk untuk waspada.

Dalam catatan posko siaga banjir Pemkot Tangerang, terdapat empat kecamatan yang rawan seperti Karawaci, Ciledug, Periuk dan Cibodas terutama pada areal perumahan yang lokasinya rendah di bawah permukaan air Kali Cisadane dan beberapa anak sungai lainnya.

Bahkan aparat satuan pelaksana tugas siaga banjir saat ini terus memantau situasi dan kondisi di sejumlah lokasi komplek perumahan yang langganan banjir.

Menurut Saeful, pemantauan itu dilakukan di lokasi rawan setiap hari terutama ketika curah hujan relatif tinggi sehingga debit Sungai Cisadane naik. Pemantauan petugas tidak saja ketika musim hujan turun di wilayah ini, namun pada hari biasa juga dilakukan karena hulu sungai di Kabupaten Bogor, Jabar selalu mengirim air dalam debit yang besar sehingga tidak mampu menampung hingga ke hilir.

Beberapa kompleks perumahan yang rawan banjir seperti Perumahan Total Persada, Perumahan Ciledug Indah, Perumahan Pondok Arum, Perumahan Puri Kartika, dan Perumahan Pinang Griya merupakan langganan air bah. Kompleks perumahan itu letaknya lebih rendah dari permukaan air, meski sudah dibangun turap maupun rumah pompa yang dilengkapi mesin menyedot, tapi masih saja terdapat rembesan akibat curah hujan turun tinggi.

Saeful menambahkan walau Pemkot Tangerang telah mengucurkan dana sebesar Rp4,6 miliar untuk membangun saluran yang selama ini tersumbat dan menghambat kelancaran air, namun kesiapan aparat dan warga sangat diharapkan ketika banjir datang.

Sumber :
Antara

cari
 
Area
harga